East Asian Touch

Gara-gara tanpa sengaja nemu bukunya Kim Dong Hwa "Sepeda Merah" di sebuah bazaar antah berantah, persepsi positifku tentang karya literasi Asia Timur makin jadi. Waktu kecil aku suka kartun-kartun animasi. Ketika SMP mulai kenalan dengan drama Jepang dan Korea. Tapi masih terbatas di TV, jadi suka tapi biasa aja. Kuliah aku terpapar beberapa drama korea... Continue Reading →

Ketiadaan

Aku menikmati ketiadaan pembaca ini. Pada masanya, aku senang jika follower blogku bertambah. Senang jika tulisanku ada yang baca. Pada masanya, aku 'bertukar' unggah dengan Madam Lady Bug, lalu masa itu berakhir. Sempat getir, tapi alhamdulillah lewat. Waktu itu rasanya seperti kehilangan teman yang ingin di keep. Lalu datang masa dimana aku 'merasa' ada yang... Continue Reading →

Celah

Kadang sulit mengutarakan kesedihan dan isi hati ke orang-orang, meski tentu, ada saja orang yang dengan senang hati membagikan luka-lukanya tanpa peduli. Kurasa aku juga pernah di titik itu. Tapi, sekarang tidak, atau setidaknya 'sedang tidak ingin begitu'. Membiarkan diri merasakan kesedihan adalah hal yang tidak nyaman. Tapi, itu perlu. Agar tetap berjalan di semesta... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑