Goblin

Sepekan terakhir beberapa adegan dalam drama ini berkelibatan di kepalaku. Ada tiga adegan yang paling sering muncul. Pertama, saat Eunt Tak berkali-kali gagal mencabut pedang dari tubuh Goblin. Eun Tak gagal karena menurut takdir dewa, pedang hanya bisa dicabut ketika cinta keduanya telah mengakar kuat di hati masing-masing. Ironis.

Kedua, saat Goblin menggenggam tangan Eun Tak dan memaksanya mencabut pedang hingga berhasil. Itu satu-satunya cara menyelamatkan Eun Tak dari roh jahat. Meski itu pun satu-satunya cara mengakhiri keabadian Goblin, yang juga berarti meletakkan akhir pada kisah cinta Eun Tak dan Goblin.

Dan ketiga, saat Eun Tak meniup dandelion ke arah Goblin yang duduk memunggungi makam orang-orang yang ia cintai. Hari ketika akhirnya kedua bertemu kembali setelah Eun Tak reinkarnasi.

Ironis. Sungguh ironis.

Jauh sebelum itu, sebelum keduanya saling jatuh cinta, Eun Tak dan Goblin berusaha sekuat tenaga mencabut pedang dan menyudahi keabadian (yang juga berarti kesepian dan kesendirian) Goblin. Tapi gagal. Justru ketika keduanya sudah terlalu dalam jatuh cinta, tepat ketika perpisahan adalah penderitaan paling tak tertahankan, tepat di situlah mencabut pedang jadi satu-satunya cara mengungkapkan betapa besar cinta Goblin pada gadis yang ia nantikan seribu tahun lamanya. Goblin menukar keabadian, cinta pertama (setelah 900an tahun), sekaligus kisah terindah seumur hidupnya untuk menyelamatkan hidup Eun Tak, gadis yang dicintainya dengan sepenuh-penuh hatinya.

Itu sungguh adegan yang menyayat hati. Namun begitulah hidup, tempat dimana hal-hal ironis terjadi.

Bersama dengan tiga adegan itu, I Remember You (original soundtrack-nya Hello Monster), dan wajah senyum Soojiro Seta, secara bergantian berkelebatan di kepalaku. Pekan yang sedih yang entah akan berlanjut hingga berapa lama. Tapi tetap harus tegar, karena amanah hidup bagaimanapun masih harus ditunaikan.

Tadinya, aku ingin menulis ini di Instagram. Nanti, Insya Allah setelah ramadhan selesai dan setting “temporary disabled” pada akunku bisa diangkat. Hari ke 33 sejak aku memutuskan untuk instagram detox. Lalu teringat, ketika aku mencintainya dan melihat betapa keras usahanya untuk membuatku bahagia sekaligus menghapus kesedihan yang dengan mudah ditemukannya di mataku, aku memutuskan. Untuk hanya membagikan wajah senyumku di instagram. Untuk menyimpan, hal-hal yang membuat hatiku sekarat di sini, di kotak pandora ini. Di blog yang nggak banyak followernya ini. Agar energi negatif ini bisa dilokalisasi dan tak membuat orang lain menjadi pesimis melihat hidup.

Untuk alasan yang sama, aku menghapus beberapa kenalan yang follow blog ini. Agar notifikasinya tidak masuk lagi, baik ke reader maupun ke email mereka. Karena sejak pekan ini, blog ini jadi tempatku menumpahkan emosi yang tidak lagi repot aku saring-saring, atau kusamar-samarkan lewat diksi yang kabur-kaburan. Aku ada di titik dimana aku butuh melepaskan semua topeng dan membiarkan semua sisi diriku terlihat. Titik dimana terlalu lelah bagiku menampilkan bahwa aku baik-baik saja di depan semua orang.

Jalan ini kupilih dengan sadar. Jalan yang kuhindari habis-habisan sejak awal. Perjalanan yang pada akhirnya tak mampu kutolak, karena aku cuma manusia yang luluh juga di depan cinta. Dan nun sejak awal, hal macam ini juga sudah dikira, diurai dalam unggahan “To The Moon and Back”. Pada akhirnya, aku harus bangun dari mimpi paling indah yang pernah kualami sepanjang hidup. Aku hanya ingin bilang pada dunia. Ini mimpi panjang paling indah yang pernah kualami. Sepedih apapun kenyataan yang harus kujalani usai tersadar bahwa lagi-lagi hal indah itu hanya mimpi, bagiku selamanya, mimpi terindah menetap sebagai mimpi indah. Di hatiku, mimpi indah di hari yang indah, selamanya indah.

04.50 WIB, 19 April 2021/7 Ramadhan 1442 H

Aku yang mencintainya dengan segenap hatiku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: