Seberapa Lama…?

Cerita ini dipantik oleh sesi obrol virtual dengan seorang teman lama malam ini. Sebut saja si Tree Talker – karena dia salah satu teman yang hobi ngajak ngobrol tanaman. Si Tree Talker sedang tertekan. Suaminya mendiamkannya sejak semalam, sahabatnya mendiamkannya sejak Januari. Dunianya sedang gloomy.

Sesi obrol virtual masih berlanjut, hingga aku menulis catatan ini. Di kepalaku berjejalan pertanyaan-pertanyaan. Random, seperti biasa. Bingung, seperti biasa. Curious, akan pertanyaan-pertanyaan yang muncul sendiri dan acapkali mesti dijawab sendiri.

Berapa lama kita bisa saling marah dan/atau marah kepada orang yang kita sayang…? Seberapa lama kita bisa saling mendiamkan, bertahan untuk tidak merasakan sensasi manis dari senyum orang-orang yang kita rindukan? Seberapa lama, kita bisa saling diam dan memalingkan pandangan…? Seberapa lama…? Aku, sepertinya nggak bisa lama…

Dunia ini sepi tanpa orang-orang. Akan jauh lebih sepi tanpa kedamaian. Apalagi, tanpa kedamaian antara kita dengan orang-orang yang kita sayang.

10.37 WIB, 10 Maret 2021

Aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: