Sebuah Kisah tentang Layang-Layang

Standard

Aku adalah layang-layang yang putus dari tambatan.

Ikatanku terlibas sekelibat angin biru.

 .

Dulu sekali, diwaktu aku berangan-angan pada pagi di suatu kali…

Kuramalkan diriku jatuh dan sobek sana-sini,

Bila nanti kutemui tali kecil ini tak lagi mengikatku pada bumi.

.

Tapi ternyata, karangan kita tidak selalu demikian kenyataannya.

 .

Karena justru,

Karena tambatku yang putus, aku menjadi tahu,

Rasanya terbang bersama angin,

Mengarung langit yang kuning, ungu, biru, hingga kelabu.

.

Kupikir,

Tali yang kokoh dan panjang memungkinkanku terbang,

Ternyata,

Angin yang kukuh, bebas, tak terhalanglah,

Yang mengantarku menyentuh awan.

.

Jatuh itu klise.

Toh kita semua akan kembali ke tanah.

Tapi berteman dengan angin si prajurit alam aku mulai percaya,

Suatu kali lepas dari angkasa ini,

Ke tanah, aku tidak akan jatuh.

Aku labuh.

 ..

11.49 WIB

18 Juni 2017

Anggun Nadia Fatimah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s