Para Pemimpi

Audio

Para pemimpi memahat mimpi di ruang mimpi,
Membiarkannya terbang bersama lampion-lampion yang mengudara terhambat hujan pada malam perayaan imlek tahun itu,

Para pemimpi menyumbat kenyataan dan menulisnya ulang dalam kacaunya mimpi yang direka-reka sendiri.

Para pemimpi terlahir untuk bermimpi,

Untuk kemudian memenuhi dunia dengan mimpi,

Meski mata terbuka dan tubuhnya bergerak-gerak, 

Khayalannya tetap saja meninggi.

Jangan ditunggu turun, hai siapapun yang cukup gila menunggu-nunggu.
Kami, para pemimpi,

Lahir dari mimpi tokoh-tokoh fiksi di dunia mimpi,

Hidup dengan warna darah campuran ungu dan biru jingga,

Bertegak di atas khayalan, 

Dan menenggak manis rekaan demi rekaan.
Para pemimpi tak putus-putusnya diingatkan.

Untuk memendam mimpinya dalam-dalam.

Untuk menerima dengan hati lapang bahwa hidup adalah kenyataan tak terhindarkan.
Meski demikian, 

Sekuat apapun pemimpi berjuang melemparkan mimpinya ke jurang,

Hatinya akan selalu menemukan cara,

Untuk mencintai kembali mimpi-mimpinya yang usang.
Meski acapkali lupa, para pemimpi sesungguhnya menyadari,

Usang hanyalah serupa gerhana matahari.

Gelap sesaat untuk kemudian terang kembali.


Rahasia-Rahasia: Di Dalam Hati,
adegan 123

07.00 WIB

Anggun Nadia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s