Melupakanmu

Standard

“Di dunia ini, apa yang mungkin membantumu melupakannya?”

“Mungkin tinggal kehendak Tuhan(?)”
“Menyalahkan Tuhan?””

Tidak. Barusan malah mengakui kedigdayaan Tuhan.”
“Tapi kedengarannya tidak demikian!”
“Untungnya Tuhan menilai kesejatian, bukan apa yang kelihatan, bukan menurut persangkaan-persangkaan.”
“Ahh sudahlah. Kamu terlalu rumit. Bicara denganmu selalu saja memusingkan.”
Aku diam…

“Apa yang membantumu melupakannya?”

Tentang ini, sesungguhnya aku pun masih bertanya.

Rahasia-Rahasia: Di kepala, adegan 625
Di atas kereta, 16.29 WIB
15 Mei 2017
Anggun Nadia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s