Kepada Jarak

Standard

Yang jauh biarlah jauh…

Tak menjadi dekat meski habis pagi dan siang engkau perangi.

*

Yang jauh biarlah jauh…

Biar ketidakpastian esok membungkusnya rapi dengan tajuk misteri,

Esok akan selamanya menjadi milik esok.

*

Yang jauh biar saja jauh,

Hanya dari dan di atas tinta kita mengaguminya,

Merasa dekat menjangkau hatinya,

Menjangkau nyawa bunga-bunga dan larik-larik cahaya yang mengitarinya.

Terpana.

Tersenyum untuk kemudian merasa bahagia.

Sederhana.

 *

Yang jauh biarlah jauh,

Esok adalah rahasia esok,

Terima saja, demikian ini adanya.

 *

Jikalau ingin mengejar kejarlah saja yang bisa dikejar,

Tidak matahari, tidak purnama, tidak awan-awan,

Kejar saja daun-daun yang jatuh,

Pandangi saja citra sendiri yang memantul di sungai,

kepada mana matahari tersenyum tanpa menyakiti,

Mungkin dengan begitu, yang jauh itu terbayang dekat kembali,

Di sini,

Di dalam hati.

*

Jika suatu hari aku kehilanganmu, Cinta,

Ingatkan aku,

Engkau di sini, di dalam hati,

Selamanya tak pernah pergi.

***

Pada suatu malam yang tidak istimewa,

21.32 WIB, 27 Maret 2016

Anggun Nadia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s