Rambatan Energi

Standard

Kita manusia yang bebas, bebas memilih mau jalan, mau makan, mau main dengan siapa saja. Kita bisa pergi kemana saja, dengan siapa saja. Tapi seperti di posting-an sebelum ini, kita dan orang-orang, terhubung oleh semacam ikatan.

Ada satu macam ikatan yang sangat abstrak. Segala tentangnya adalah segala yang ‘entah bagaimana’. Entah bagaimana jika bertemu dengan orang ini ada yang aneh dengan hati. Ada yang tidak biasa.
Entah bagaimana segala tentang orang itu, kecil sekalipun, mengguncang kita dengan bah agia yang tak terbendung. Tak terkendali.
Entah bagaimana, kita yang biasa duduk dengan anggun di atas kuda, menjadi limbung dan salah tingkah. Tiba-tiba jadi agresor yang aktif. Tiba-tiba tidak bisa tidak menguarkan ekspresi senang luar biasa.

Sepertinya ikatan model ini yang sedang menambat seorang teman baikku. Hahaha. Lucu sekali ngobrol sama dia. Temanku yang manis ini nggak pernah segitunya kehilangan kendali. Biasanya dia kotak sampahnya. Kali ini aku. Dan dijejalkannya segala berita tentang hidupnya yang sedang indah luar biasa.

Temanku ini mengaku dulu pernah jatuh cinta. Tapi aku belum pernah melihatnya begini. Dulu dia cerita banyak. Tapi tau persis kapan harus tutup mulut untuk bagian mana. Kali ini kendalinya betul-betul jebol parah. Tapi taukah kau? Karena aku pernah berdiri di sisi trotoar tempatnya berlari kini, aku tau, memang begitulah ikatan aneh yang kubilang tadi, bekerja. Ada sesuatu dalam diri kita, yang tak tertahankan keluar begitu saja. Kreativitas, spontanitas, rasa cemas, ide-ide gila, cerita yang tak terbendung, semua. Semuanya terkait erat dengan seseorang atau sesuatu yang istimewa itu. bahkan kalau ditanya apanya yang istimewa, mungkin jawaban kita juga semacam bingung-bingung gimana. Dicoba beri deskripsi satu dua, kemudian diakhiri dengan pernyataan, “pokoknya gitu deh, aku juga nggak tau gimana!”, “dia beda. Pokoknya beda. Sensasinya beda. Oh gustiii… Bisa-bisanya aku begini.” hihihhi…. Nice! Aku seperti sedang mendengarkan sandiwara radio tiap kali temanku ini mengupdate beritanya via watsap.

Tapi kau tau teman…? Aura bahagia yang sejati itu menular. Ketika kebahagiaanmu itu tulus, auranya akan terpancar, dan terbagi begitu saja. Aku tidak merasakan ketertularan itu dari rekanku yang lain, yang cerita soal pacarnya, pacar yang konon menurut pengakuannya cuma buat seru-seruan aja. Bahkan seorang teman yang lain pernah bilang, ” idih, gw mah mana mau ya nikah sama si A (menyebut nama pacarnya).” bener-bener cuma buat seru-seruan. Dan aku yang denger cerita orang ‘jatuh cinta’ model seru-seruan ini, nggak merasa ketularan energi.

IMG-20140313-WA0024

Beda sekali dengan mereka yang sejati. Oke, memang nggak ada yang bisa jamin ini jodohnya dia apa bukan. Tapi, temanku ini mencintai nonanya. Girl worth fighting for-nya. Kadang lucu denger curhatannya. Buat sebagian cowok yang suka sok jagoan mungkin kedengarannya semacam nggak macho (emang macho itu apa sih? Bukannya buat cowok2 sok jagoan itu, merokok pun dianggap macho kan?!) ayolah guys… Predikat2 itu kebanyakan cuma konstruksi sosial hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat kita yang sedang belajar. Bukan harga mati.

Aku malah seneeeeeng sekali tiap denger temenku ini cerita via watsap. “aku naik gunung, aku ngambilin dia batu dari atas gunung. Aku masukin kotak yang sejatinya buat tempat cincin. Etapi setelah diliat2, bagus juga buat nempatin batu di situ.” (redaksinya disamarkan ya guys…) sempurna. Sempurna polosnya. Nggak bermotif guys. Polos. Tapi kuat warnanya. Indah makanya. “aku nggak ngerti nggun… Dia marah sama aku. Orang minta aku diemin dia dulu. Tapi kamu tau nggun, serius deh. Itu berat banget buat aku. Aku kepikiran terus. Aku nggak bisa gini terus…” sederhana sekali. Semuanya diakui. Karena memang itulah yang terjadi. Dan kamu tahu…? Yang begini ini, ikatan yang model ini yang membuatku merasa tertular energi.

Aku senang setiap dengar update beritanya. Aku senang tiap temanku cerita betapa bahagianya dia. Aku senang. Benar-benar senang sampai mengetik ini pun sembari senyam-senyum. Sederhana. Energi itu merambat begitu sederhana.

Hmmm… Ini bulan apa sih? Dua pekan terakhir aku ketemu orang2 yang lagi intens membahas kisah cintanya. Ada yang lagi pedekate. Ada temen SMP yang lagi jalan pelan-pelan sama temenku dari TK, SD, SMP, SMA, kuliah doank beda. Yang dahulu sekali semasa SMP, si Mas ini sama Mba itu emang bahan cie-cieee’an bocah-bocah sekelas. Adaaaa-aadaaaa aja.. Ckckckck… Tapi aku senang. Karena mereka jujur dengan hatinya, dengan niatnya, dengan cintanya, kertas polosnya jadi benderang dengan warna-warna yang berpendar begitu indahnya. Mungkin bukan kertas, mungkin itu awan. Dan mungkin bukan tinta, mungkin itu pelangi. Dan aku beruntung sekali, dari sudutku berdiri aku boleh melihat pelangi ini.

11-12 Januari 2015
Ditulis di dua tempat berbeda,
anggun nadia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s