Sedikit Sekali

Standard

Dalam cerita ini sedikit sekali yang bisa kita bagi,

Kita bagi pun orang tidak mengerti.

Mengerti pun mereka tidak peduli.

Peduli pun mereka berkilah tak punya pilihan, lalu berpaling dan pura-pura sibuk dalam diam.

 

Dalam cerita ini sedikit sekali yang bisa kita bagi,

Tidak dengan kata.

Tidak dengan suara.

Hanya isyarat yang tenggelam dalam paraunya keramaian.

 

Dalam cerita ini,

Sedikit sekali yang bisa kita bagi.

 

Selebihnya,

Sesak dalam hati.

 

Senja hari di rumah nomor 4,

17.41 WIB, 7 Juli 2014,

Anadia Fatimah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s