Kepada Sepasang Mata

Standard

Ada yang menutup mata dengan tangis,

Menganak sungailah airmata itu.

Aku dengar pilu,

Menyayat habis hatinya yang kaku lantaran seringnya diluka.

 

Ada yang menutup mata sembari menggigit rasa sedihnya.

Kecewa yang tak menemukan muara.

Menelan pedih, menangkup wajah, sembunyi dari dunia.

 

Ada yang menutup mata di perihnya sembilu.

Ia mencintai lalu mendapati luka,

Berkali-kali,

Hingga dirinya kebas sirna.

 

Terlalu sedihnya ia, memberat dan terus memberat hitam awannya.

Jatuh terisak tanpa sepatah kata untuk membela.

Ia telah puas menjelaskan tanpa dipahami dengan keadilan laku.

Telah habis upayanya ia kerahkan untuk membela hati yang kini kaku.

 

Kudapati tawanya memudar tiap kali kuulang tatap wajah itu,

Perlahan ia berhenti mengangkat mata.

Ia tunduk terluka, mematuh dalam harapnya yang terpisah dari tangkai.

Mengingatkan aku pada daun kering yang luruh bersama angin.

 

Pernah sekali waktu kudengar ia bergumam,

Ingin jadi daun kering saja katanya.

Menitipkan diri pada alir air yang alur.

Ikut kemana saja air itu memuarakannya.

Sudah katanya.

Sudah ia mencari muara segala beban di hatinya.

Dan kini sesatlah ia,

di belantara,

yang makin hari,

makin tak mampu dipahaminya.

 

Ada yang menangis jelang tidur.

Mengaburkan diri, memeluk pilu, mendekap isak tangis itu.

Ada mata lain yang bersaksi, tapi tak pernah berhasil mereka penuh apa yang terjadi.

 

Ada tangis yang menghantar tidur.

Juga meraja ketika sepasang mata itu menutup sempurna.

Sesak hatinya tertutup tangis dalam tidurnya.

Dan aku di sini menyaksikan sepasang mata itu,

Meredup dari hari ke harinya.

 

21.37 WIB, 7 Juli 2014

Anggun Nadia Fatimah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s