Teruntuk Tuan Pangeran

Standard

Tuan pangeran berdiam di cakrawala,

Hanya boleh dilihat dari jauh, jauuuh sekali,

Maju sejengkal untuk menjangkau,

Mundur pula sejengkal dari jangkauan.

 

Cakrawala itu nisbi,

Khayal tapi nyata,

Nyata tapi tanpa tepian,

Tak terukur, dan konstan jaraknya.

 

Tuan pangeran yang aku rindukan,

Hari ini untuk kesekian kali,

Hatiku lolos dan tinggallah aku bernapas dalam-dalam,

Tuan pangeran di cakrawala,

Jauh, dan tak hingga.

 

 

di balik ilalang dan pohon singkong, 11 Mei 2014

teringat sebuah kalimat, “naga di ujung langit” 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s