I Woke Up After Four Years in Coma

Standard

In several times, what we face today is not to be recognized on the same day.

 

Sudah lama, dan aku menontonnya dua kali : Kill Bill.

Dan aku sadar baru-baru ini, salah satu hal penting yang kutangkap dari sini adalah, bahkan yang empat tahun koma pun bisa sadar diri dan melakukan hal ekstra besar yang tak pernah dilakukannya bahkan sebelum koma.

Namanya Beatrix Kido. Empat tahun koma selepas pembantaian di gladi bersih pernikahannya. Dibantai oleh kawanan pembunuh yang tak lain teman-temannya juga, sebelum ia memutuskan berhenti demi bayi dalam kandungannya. Hadirin dalam gladi itu semua mati, kecuali dia, Kido. Entah bagaimana. Bayi itu selamat. Operasi. Tapi ibunya koma hingga empat tahun lamanya.

Saat sadar, satu hal yang terlintas di benak Kido : balas dendam pada mereka yang membantainya. Mereka yang bergerak di bawah komando Bill. Meski tema utamanya nampak adalah balas dendam, sebenarnya ada banyak interpretasi menarik yang mungkin ditarik dari Kill Bill.

Jikapun sulit dan rasanya tidak mungkin / namun, kau sekeras itu menginginkannya / bahkan sekalipun tak jelas bagimu mengapa / berjalanlah.  // Akan ada matahari di depan malam.

Jikapun kau merasa jatuh sejatuh-jatuhnya / atau kau merasa dirimu ringkih dan tak lama limbung kau pun serasa akan jatuh / atau kau merasa kehilangan banyak hal yang penting bagimu dalam hidupmu / selama napas masih diijinkan menyertaimu / selama belum kau tengok matahari menanjak dari kuncup barat / masih mungkin untukmu bangun dan jadi lebih baik dari sebelumnya. // Sekalipun itu terdengar agak mengada-ada / lantaran orang lain melihat lentera harapanmu kehabisan sumbu sejak hari di mana kau tertidur gelisah dalam gelapnya jatuh.

Jikapun kau telah sampai pada saat terburuk sepanjang hayatmu / katakanlah pada dirimu di depan cermin itu : “percayalah. Sepanjang belum akhir, selalu ada kesempatan mengubah keadaan.”

Dan itulah Kido. Kehilangan banyak orang yang dicintainya.

Koma empat tahun lamanya.

Tapi bangun dengan ketahanan hati yang lebih dan lebih hebat dari sebelumnya.

Remember my self story…

22 Januari 2013

21.07 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s