Yang Tinggal Ketika Pergi

Standard

Suatu kali, seorang kakak dan seorang adiknya terjebak hujan di perjalanan.

Mereka berteduh di balik bayangan teras sebuah pertokoan.

Sembari mengusap wajah dan menepuk-nepuk bajunya yang basah mereka mengobrol.

 

Ad : “kak, aku mau kaya orang itu deh..”

Kk : “siapa?”

Ad : “mm.. Nggak tau namanya. Pokoknya, bu guru pernah cerita.”

Kk : “memang bu guru bilang apa?”

Ad : “dulu ada seorang paman yang meninggal lebih dulu. Di waktu hidup, paman ini menanam pohon rambutan di samping rumahnya. ”

Kk : “terus kenapa?”

Ad : “kata bu guru, paman itu meninggal sebelum sempet nyicipin rambutannya.”

Kk : “terus kenapa?”

Ad : “kata bu guru, enak jadi paman itu. Orangnya udah duluan, tapi kebaikannya masih ngalir sampe sekarang.”

 

Si kakak tercenung. Mengalihkan pandangan dari trotoar ke sisi kanan, memandang adiknya. Tercenung. Dua, tiga detik lewat….

Adiknya benar. Pergi dari dunia tapi hidup dalam kebermanfaatan yang tinggal. Cantik.

Advertisements

2 responses »

    • HAHAHAHAHA….
      saya mengulang kesalahan yang sama : “ini widya yang manaa ya…?”
      (bisa ditebak yang beredar di kepala saya widya-widya yang kaya gimana)
      haha. alhamdulillah baik.. ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s