A New Home Concept

Standard

“Allah is the best home for everyone.” (Nila Rahma)

Pulang itu apa sih? Pulang ke mana? Rumah? Rumah yang mana, rumah yang seperti apa? Kalo kita boleh memilih takdir, kamu mau rumah yang seperti apa, nadia?

Mmm… Apa ya.

Semalam di kontrakan Nila menemukan sebentuk baru perspektif tentang rumah. Tentang pulang.

Sebenarnya dalam kamus harian kita, nadia, kita biasa menyebutnya ‘kembali’, ‘tempat kembali’. Mmm… Dan belum pernah menyebutnya rumah. Kita belum pernah benar2 melihatnya sebagai rumah.

Ada perbedaan antara tempat kembali dengan rumah.

Tempat kembali itu pasti dituju, harus. Dan tempat kembali tidaklah selalu berarti setiap hari kembali ke situ. Ini tentang berawal dari sana, dan kembali ke sana.

 

Sementara rumah adalah sebuah bangunan fisik, yang menghimpun ikatan emosi orang-orang di dalamnya. Rumah adalah hal yang krusial. Sebuah tempat berteduh dari hujan dan panas. Sebuah tempat untuk menenangkan diri setelah menghabiskan seharian penuh peluh di luar. Sebuah rumah seolah mengundang untuk lebih banyak kembali.

 

Allah is the best home ever.

Tidakkah itu terdengar indah.

Rafflesia lt.2, kamar 20

13 Oktober 2012

15.52 WIB

Yang ingin menemukan segala tentang …the best, ever.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s