Sepotong Bilangan untuk Adaptasi

Standard

Ini cerita soal load capacity.

Tentang sabar, tentang hari-hari yang berat, penuh tanda tanya, penuh helaan nafas panjang, penuh  lika-liku uji.

 

Aku belajar di hari-hari belakangan ini.

Kita butuh waktu untuk adaptasi.

Untuk melihat, merancang, implementasi, evaluasi, dan mulai lagi. Dari langkah paling pertama tadi.

 

Kita bukan manusia yang terlahir langsung bisa berdiri.

Bergerak saja butuh berhari-hari untuk stabil.

Ini tentang ketergesaan dan kesalahan-kesalahan yang kita buat.

Kecil-kecil di awal.

Yang penting, apakah esoknya lantas kita perbaiki, ataukah kita diamkan dan ribut kita carikan argumen pembelaan.

 

Untuk semua orang yang meletakkan kepercayaannya pada diri ini.

Terima kasih.

Senang sekali menjangkau banyak, dari spektrum inspirasi yang kalian pancarkan kemanapun kalian pergi.

Maaf.

Karena mungkin tidak -atau belum- sebaik yang kalian cita-citakan atasku.

Maaf. Untuk kesalahan di hari pertama, kedua, dan ketiga, kita menggarap cita-cita ini bersama.

Maaf. Untuk kekacauan yang tak berhasil kutangani bahkan semakin menjadi lantaran satu dua lalai yang membukit.

Maaf. Untuk pekerjaan yang tak tuntas dengan sempurna.

Maaf. Untuk load capacity yang tidak langsung melar tiap amanah baru kalian suntikkan.

Aku butuh waktu.

Kita semua butuh waktu.

Untuk beradaptasi.

Dan memperbaiki diri.

 

Ayo!

Kita mulai lagi, pagi ini!

Bismillahirrahmaanirrahiiiim….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s