Mestinya diposting Bulan Ramadhan

Standard

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadhan tanpa sebab yang dibolehkan Allah kepadanya, maka (dosanya) tidak dapat ditebus meskipun ia berpuasa satu tahun penuh.”

(HR.  Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

 “Sekali bacaan tasbih di bulan Ramadhan lebih utama dari seribu kali tasbih di bulan-bulan lainnya….”

(HR. Tirmidzi)

 Ibnu Khuzaimah meriwayatkan dari Salman Al Farisi, Rasulullah SAW bersabda, “…Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu perbuatann baik di alamnya, dia bagaikan melakukan suatu kewajiban di bulan yang lain. Barangsiapa melakukan satu kewajiban pada bulan ini maka dia sama dengan orang yang melakukan tujuh puluh kewajiban di bulan lain….”

Itung2an saudagar muslim :

Shalat tarawih di rumah –> pahala shalat sendiri, kalopun cewek berarti pahala shalat di rumah dan palingan pahala shalat berjamaah.

Shalat tarawih dan shubuh di masjid –> pahala shalat jama’ah, semakin banyak jama’ah semoga semakin bersatu menjempuut barakah, pahala jalan menuju masjid, pahala shalat tepat waktu, pahala silaturahim, ada tausiyah, pahala syi’ar insya Allah, peluang untuk tahiyatul masjid, berkunjung ke rumah Allah, pahala menjawab seruan adzan, peluang untuk menggugurkan dosa lewat salaman, dikelilingi malaikat, berangkat dan pulang ditemani bintang, peluang infaq, udara segar terutama saat shubuh, mengaminkan doa imam. Kalo masing2 yang sunnah jadi setara pahala wajib kan untung banget bukannya. Yang wajib jadi 70 kali lipat, lebih untung lagi. Subhanallahi walhamdulillahi walaailaahaillallah allahuakbar.

 🙂

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Shalat lima waktu dari jumat menuju jumat berikutnya, dari Ramadhan hingga Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa-dosa diantaranya, apabila ditinggalkan dosa-dosa besar.”

(HR Muslim)

 “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap ridha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.”

(HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Mu’min minimalis : “Seorang mu’min itu adalah orang yang sesamanya merasa aman dari lisan dan tangannya.”

Mu’min optimalis : “Sebaik-baik mu’min adalahh orang yang paling bermanfaat bagi sesamanya.”

 “Diamnya orang yang berpuasa adalah tasbih, tidurnya adalah ibadah, doanya dikabulkan, dan amalnya diberi pahala berlipat ganda….”

(HR Ad Dailami dan Ibnu Mandah)

 “Datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, Allah menaungi kamu di dalamnya. Dia menurunkan rahmat, melebur dosa, dan mengabulkan permohonan di dalamnya. Allah akan melihat kegiatan dan perlombaan di dalamnya. Dia membanggakan ini kepada para malaikat. Maka perlihatkanlah kebaikanmu. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang terhalang dari rahmat Allah swt.”

(HR Thabrani)

  “Ya Allah, masukkanlah bulan yang mulia ini kepada kami dengan aman dari gangguan penyakit, lonnggar dari berbagai kesibukan, dan berikanlah kami kerelaan (kepuasan) untuk tidak banyak tidur di dalamnya.”

(Ali bin Abi Thalib)

“Pada bulan Ramadhan ummatku diberi lima perkara yag tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelumnya. Pertama, bila datang awal malam Ramadhan, Allah Azza wa Jalla melihat mereka. Dan barangsiapa dilihat oleh Allah, dia tidak akan mendapatkan adzab selamanya. Kedua, bau mulut mereka di waktu sore (saat berpuasa) lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kesturi. Ketiga, para malaikat memohonkan ampun untuk mereka siang dan malam. Keempat, Allah Azza wa Jalla telah memerintahkan kepada surga. Dia berfirman kepada surgaNya itu : Bersiap-siaplah dan berhiaslah untuk hamba-hambaKu. Sudah dekat waktunya mereka (hamba-hambaKu) itu beristirahat dari kesusahan dunia menuju rumah dan rahmatKu. Kelima, bila tiba akhir malam (Ramadhan) Allah mengampuni dosa mereka semua. Seorang sahabat bertanya, ‘Apakah itu yang disebut Lailatul Qadar?’  Jawab beliau, ‘lain! Tidakkah kamu melihat para pegawai (pekerja)? Bukankah jika mereka rampung pekerjaannya mereka disempurnakan gajinya? (mendapatkan bonus, pesangon, dll).”

(HR Al Baihaqi)

 “Tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka yaitu : pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang teraniaya yang diangkatkan pintu langit untuknya.”

(HR Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka kepada seseorang yang berpuasa, niscaya dia memperoleh pahala sebagaimana pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa.”

(HR. Ahmad)

“Makan sahurlah, sesungguhnya pada makan sahur itu ada barakahnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

“Sebaik-baik sahur orang mu’min adalah buah kurma.”

(HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban, Al Baihaqqi, disyahihkan oleh Al Albani)

 “Senantiasa manusia berada dalam kebaikan selama mereka mempercepat (mengawalkan) buka puasa.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

 “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dan meneruskannya dengan puasa enam hari di bulan syawwal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”

(HR. Muslim)

Referensi :

Al Banna, Shofwan.  Ramadhan Is Dead?!. Yogyakarta : Pro-U Media.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s