Sebuah Kisah Tentang Gunung Bercahaya

Standard

Sebuah Kisah Tentang Gunung Bercahaya

Tersebutlah pada suatu hari Nabi Isa a.s berjalan melewati hutan, dan melihat gunung yang bercahaya. Kemudian beliau a.s berkata, ‘Ya Allah, semoga Engkau berkenan menjadikan gunung ini berbicara.’ kemudian gunung itu pun berkata, ‘Ya Ruhullah, apa yang kamu inginkan?’ Nabi Isa a.s menambahkan, ‘saya ingin mengetahui apa yang menyebabkanmu bercahaya wahai gunung?
Gunung kemudian menjawab, ‘ketahuilah sesungguhnya di dalam perutku ada seseorang yang sedang beribadah.’ Isa a.s berkata, ‘Allah, semoga Engkau berkenan mengeluarkan orang yang sedang beribadah itu.’

Gunung pun terbelah, keluar dari celahnya seorang kakek dengan wajah berseri-seri. Sang Nabi bertanya pula pada si kakek, ‘wahai kakek, sudikah engkau menceritakan kepadaku bagaimana kisahmu sejak pertama sampai bisa seperti ini.’

‘Sesungguhnya aku adalah pengikut Nabi Musa a.s dan Allah memberiku usia panjang hingga masa Nabi Muhammad SAW nanti, saat ini saya telah beribadah kepada Allah SWT selama enam ratus tahun di gunung ini.’

Isa a.s bertanya pada Rabbnya, ‘ Ya Allah, adakah manusia di bumi yang lebih mulia dari orang ini?’

Allah menjawab, ‘ya. Ada. Yaitu orang yang berpuasa sehari pada bulan Rajab dari umat Muhammad SAW itu lebih mulia di sisiKu daripada orang ini.’ (Laits, hal. 88 dalam Sochimin : 2010, hal. 167-168)

————-)n_n(————-

Secuil Hikmah tentang Keutamaan Bulan Rajab

Dulu sekali, diri ini pernah mendengar sekelumit nasehat. Bahwa orang-orang banyak merasakan rumitnya puasa ramadhan mungkin karena mereka (kita) belum latihan sudah terjun ke medan perang. Belum pemanasan sudah langsung lari sprint. Tidak siap, itu poinnya.

Sejak dahulu telah diberi tau, tapi entahlah saya pun lupa, sami’na wa atha’na ataukah sami’na wa ‘ashaina saya jawab. Bahwa Rasulullah SAW itu berdoa jauh-jauh hari sebelum ramadhan dengan doa ini: ” Allahumma bariklana fii rajabi wa sya’ban wa ballighna ramadhaan.” yakni Ya Allah, berkatilah kami pada bulan rajab dan sya’ban dan sampaikanlah usia kami hingga bulan ramadhan.

Hampir setahun akhirnya sadar, saya lahir di bulan rajab. 26 rajab 1410 H. Sehari sebelum peringatan isra’ mi’raj. Rajab, satu dari empat bulan haram yang menuntut lebih banyak amal shalih dan minimalisasi kedurhakan pada Rabb semesta. Dalam ramadhan, Allah demikian murah hati, kesalahan lebih mudah dimaafkan, dan ganjaran kebaikan dilipatgandakan. Nun di bulan ini, mirip tapi riskan. Ganjaran kebaikan pun dilipatgandakan, tapi maksiat kita pun meminta tebusan lebih mahal dari bulan-bulan di luar empat bulan haram. Tidak ada perang. Tidak ada kedurhakaan.

Konon di lembar-lembar penuh hikmah tercatatlah Rajab itu sebagai bagian dari bulan-bulan haram. Yang Rasul SAW pun bersabda tentangnya, ‘Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan ummatku.’ tersebut pula bahwa di bulan ini Allah demikian murah mengabulkan doa-doa.

Menukil pendapat Abu Bakar Al Waraq tentang bulan ini, ‘jika ramadhan adalah bulan memanen hasil, maka pada sya’banlah kita mengairi benih, dan pada rajablah benih itu ditanam.’ Karenanya jika ramadhan itu bulan kompetisi amal shalih, selayaknyalah kita berbekal dan berlatih sejak bulan rajab dan sya’ban. Itu pun salah satu alasan kenapa Rasul SAW memperbanyak puasa pada dua bulan menjelang ramadhan.

Ada sebuah riwayat panjang terkait keutamaan berpuasa di bulan Rajab. Rasulullah SAW bersabda,

‘Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulam ummatku. Barangsiapa berpuasa sehari dalam bulan Rajab karena semata-mata ketaatannya dan mencari ridha Allah maka ia mendapat ridha Allah dan akan ditempatkan dalam surga firdaus. Barangsiapa berpuasa dua hari maka ia akan mendapatkan pahala berlipat-lipat, dan pada setiap keliipatannya pahala bagaikan gunung-gunung di muka bumi. Barangsiapa berpuasa tiga hari maka Allah akan memberi dinding penghalang antara dia dan neraka seluas perjalanan satu tahun. Barangsiapa berpuasa di dalamnya sebanyak empat hari maka ia akan diselamatkan dari malapetaka, penyakit gila dan penyakit kulit, juga diselamatkan dari fitnah Dajjal. Barangsiapa berpuasa di dalamnya selama lima hari maka akan diselamatkan dari siksa kubur. Barangsiapa berpuasa di dalamnya selama enam hari maka pada saat bangun dari kubur kelak wajahnya akan bercahaya bagaikan bulan purnama. Barangsiapa berpuasa di dalamnya tujuh hari maka akan dikunci darinya tujuh pintu neraka. Barangsiapa berpuasa di dalamnya delapan hari maka akan dibukakan delapan pintu surga. Barangsiapa berpuasa di dalamnya sembilan hari maka ketika bangun dari kubur kelak akan diundang dengan kalimat, laailaha illallah, kemudian masuk surga. Barangsiapa berpuasa di dalamnya sepuluh hari maka akan dijadikan alas kaki ketika meniti di Shiraatal Mustaqiim. Barangsiapa berpuasa di dalamnya selama sebelas hari maka kelak pada hari kiamat ia akan mendapat tempat yang paling mulia, tidak ada yang menyamainya kecuali yang melakukan puasa. Barangsiapa berpuasa di dalamnya dua belas kali maka ia akan mendapat pengakuan lebih baik daripada dunia dan seisinya.’

Hikmah di atas saya nukil dari Sochimin.2010. Keajaiban Bulan-Bulan Islam. Jakarta : Qultum Media. Sayangnya terkait hadist-hadist yang diutarakan di buku ini tidak melulu jelas siapa periwayatnya. Apalagi masalah status keshahihannya. Tapi apapun itu, setidaknya penulis buku ini telah berupaya keras memotivasi pembacanya untuk memaknai bulan-bulan qamariyah dengan lebih serius. Dan pada akhirnya semoga nukilan ini mampu menyuntikkan semangat untuk memacu perbaikan kualitas diri dan kualitas hubungan kita dengan Allah Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri.

Selamat berjuang memperbaiki diri.

Karena sungguh berbahagia, ummat Muhammad SAW yang mendapati dirinya masih bernafas, dalam keadaan sehat wal ‘afiat untuk menunaikan segenap amalan di bulan ramadhan. Melelehkan dosa, melangitkan pahala, dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi insya Allah.

Pernah membaca, maaf sudah lama, lupa di mana,,,

Sesungguhnya iblis itu menangis sejadi-jadinya ketika ramadhan mencapai puncaknya. Anak buah sang iblis bertanya pada pemukanya, ‘apa yang kau tangisi sedemikian rupa wahai panglima?’ iblis menjawab, ‘bagaimanalah aku takkan menangis, sebelas bulan sudah aku habiskan untuk habis-habisan menggoda anak Adam, mereka telah berbuat maksiat bersama-sama denganku. Tapi di bulan ini, di hari ini, Allah telah mengampuni mereka, dosa-dosa mereka semuanya. Libaslah sudah segala kerja kerasku.’

Intinya begitu, redaksinya diparafrasekan agak bebas, semoga tidak mengurangi hakikatnya. Tapi insya Allah tangisan si iblis ditujukan pada mereka yang menang dalam kompetisi Ramadhan. Dan untuk menang selalu butuh kesiapan kan? Mari bersiap-siap. Semoga Allah memberkahi Rajab dan Sya’ban kita , dan menyampaikan usia kita hingga Ramadhan 1432H.

Teringat sebuah kisah bertahun-tahun silam. Ibu dari salah seorang teman SMA saya dikabarkan meninggal. Ucap kami pun tinggal innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun. Tapi kemudian terjelaskan pula bersama kabar itu, bahwa ibu yang baik ini meninggal di hari lebaran. 1 syawal di tahun itu. Tepat setelah menunaikan shalat ‘idul fitri dan bermaafan ‘kanan-kiri’. Dan aku hanya bisa bilang Alhamdulillah, alangkah indahnya kematian setelah kemenangan itu.

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku kematian terindah yang lebih Kau cintai di sisiMu dari apa yang Kau anugerahkan bagi orang-orang yang telah mendahuluiku. Amin.

 

 

Advertisements

2 responses »

    • iya tuh. waktu itu lemot dan buru2. belom diedit.
      itu bikin di one note. pas mau dipublish dikopi dulu ke word niatnya.
      ternyata warnetnya 2003 word. kebuka sih, tapi pake apa gitu lupa, terus jadi gitu deh.
      iya, lupa mau ngedit.
      makasih yani…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s