Percintaan Anjing dan Gunung Uhud?

Standard

Pernah dengar kisah cinta anjing dan gunung uhud? Saya yakin sebagian besar pembaca tulisan ini belum pernah mendengarnya. Saya pun demikian. Maka itu yang akan teman-temann baca di paragraf selanjutnya bukanlah tentang romansa cinta. Jauh. Jaaauuuuhhh….maaf ya, itu hanya provokasi untuk sedikit merefresh. Semoga tombol refreshnya nggak macet.

Hubungan Anjing dan Gunung Uhud

Word : ‘Anjing itu lucu. Tapi sayang najis. Btw, yang najis liurnya doang bukan?’

Excel : ‘iya sih, tapi bukannya dia suka jilat-jilat badan. Berati kena semua donk?’

Word : ‘bokap gw dulu pernah punya anjing, dulu banget katanya, pas masih nun jauh di kampung yang suka ada binatang buas pemakan ternak something, something…. Gw merasa anjing tuh lucu, dulu banget pas masih kecil pernah gitu ngelus-ngelus anjing. Kata bokap gw asal nggak kena liurnya aja.’

Paint : ‘ya tapi kan liurnya udah kemana-mana. Najis juga bukannya?’

Word : ‘yaahh,, paint. Kan waktu itu saya masih kecil. Sebodo teuing kali.’

Excel : ‘iya sih anjing itu lucu…’

Perbincangan terjadi di dalam mobil si Excel. Waktu itu di samping supirnya Excel duduk seorang yang dalam cerita ini akan saya namai Mozilla Firefox.

Word : ‘ustadz firefox, ustadz firefox… Lw kan pinter tuh, gimana nih. Setau lw anjing itu yang najis liurnya doank apa jadi semua yang kena liurnya dia juga. Alias badan yang dijilat-jilat juga ikutan jadi najis?’

Firefox : ‘waah,,, sayangnya saya juga kurang tau tuh…’ (pasang gaya sok cool)

Word : ‘yaaahhh…’

Berhubung minimnya pemahaman satu sama lain, dengan berat hati perbincangan ini kami tutup tanpa ribut-ribut….

Suatu kali berbincang ini dengan teman, dan kali berikutnya si teman menuliskan hadist itu di wall saya dan memberi tanda kurung, bahwa satu qiiraath itu setara gunung uhud:

Ibnu Umar ra. Berkata bahwa iamendengar Rasulullah SAW bersabda, “barangsiapa yang memiliki anjing, selain anjing untuk berburu atau menjaga hewan peliharaan, maka setiap hari pahalanya berkurang dua qiiraath (satu per dua puluh empat).” (Muttafaq ‘alaih) dalam riwayat lainnya dikatakan, ‘satu qiiraath’..

Lama setelah itu saya menemukan hadist ini. Dan melihat redaksinya, cukup khawatir, jangan-jangan satu qiiraath yang dimaksud itu bisa lebih besar dari gunung uhud. Menurut hadist itu (dinukil dari riyadhus shalihin, Imam Nawawi, hadist nomor 1690) satu qiiraath setara dengan satu per dua puluh empat. Jadi kalau redaksinya bilang, ‘…pahalanya berkurang dua qiiraath (satu per dua puluh empat)…” dengan demikian 1/24 yang dimaksud adalah 1/24 dari pundi pahala yang dimiliki sang empunya anjing. Artinya, semakin banyak pahala pemilik anjing, semakin besar pula jumlah pahala yang Allah kurangi dari pundi pahalanya.

Na’udzubillah min dzaliik… Anjing memang lucu (sepakat dengan dua jempol terangkat), tapi menaati Allah dan RasulNya memberi kita rasa bahagia berlipat-lipat dengan barakah dari sisiNya. Insya Allah.

Advertisements

4 responses »

  1. hahaha… kenalin sama om google dong kalo gitu… (ga penting ;p)
    serius ya gun, aku kira ini beneran tentang kisah cinta gunung uhud dan seekor anjing, ternyata… kta harus tafahum lebih dalam ni… (eh, taarufnya udah kelar belum ya 😉 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s