to be or not to be, that is the question!

Standard

Kisah ini tentang seorang guru tahsin di Rumah Qur’an. Sebut saja kakak daffodil. Entah kenapa yang terpikir malah bunga daff itu, ya sudah, anggap saja begitu.

 

Suatu hari selepas isya, tahsin selesai dan kami bersiap meninggalkan RQ. Sering begini, sebelum pergi menanyakan satu-dua hal, berbincang dan tertawa-tawa. Beberapa hari sebelumnya seorang ‘santri tinggal’ (ada kelas ‘tinggal’ dan ‘pulang pergi’ sebut saja begitu) memberi tahu saya salah satu peraturan Rumah Quran, yakni dilarang menikah selama nyantri (idealnya 2 tahun). Teringat perbincangan dengan sang santri saya pun mengkonfirmasi pada kakak Daffodil.

 

Ilalang : “kak Daff,,emang kalo nyantri di RQ nggak boleh nikah sampe lulus ya?”

Daffodil : “iya.”

Ilalang : “yaahh,,, kalo gitu kakak nggak boleh nikah dulu donk (Daff itu santri tinggal yang alhamdulillah hafidz sebelum 2 tahun, sekarang masih takhassus – kelas khusus hafalan qur’an – sembari ngajarin tahsin anak-anak bau kencur).”

Daffodil : “iya. Aku kan masuknya dari juli ya, berarti sampe bulan juli nanti (2011) aku masih di sini.”

 

Ilalang : “yaaahhh,,,,kakak jangan pergi dulu donk, aku kan masih pingin belajar sama kakak. Udah kakak nikahnya nanti aja, ngajarin aku dulu aja ya?”

Daffodil : “yaah,,,janganlah. Di sini kan banyak orang, kamu belajar sama yang lain aja. Lagian usiaku kan udah tua.”

 

Iilalang : “lhah, emang umur kakak berapa?”

Daffodil : “kelahiran ’82.”

Ilalang : “hah? Masa sih, kirain masih umuran berapa. Abis di sini kan kecil-kecil udah pada hafidz. Pengajarnya aja palingan 20 tahunan.”

 

Dan perbincangan pun berlanjut. Tapi biarlah kita sensor saja. Karena poin utamanya justru terletak pada usia si kakak Daffodil tadi. Kelahiran ’82 kawan, sekitar 29 tahun, dan beliau itu wanita, teman..

 

Orang bisa saja bilang, ‘ah jodoh kan Allah yang atur, belum dateng aja kali jodohnya.’  tapi bukankah  aktivitas sepanjang masa penantian itu kita yang memilih? Hayo angkat tangan, siapa yang suka ngegalau di facebook, di blog, di twitter,dkk, menyoal jodoh, nikah, pacar, calon suami, jatuh cinta. Siapa yang diary nya demikian secret karena penuh sama nama satu (atau bahkan lebih) lawan jenis yang dikagumi? Sedangkan Daff? Galau? Mungkin. Merasa makin tua? Jelas. Wajar kan kalau khawatir, lhah kita-kita yang masih anak kuliahan aja bawaannya kembang kempis ngelepas temen sepermainan yang ‘tiba-tiba’ udah jadi istri orang.

 

Ada juga yang mencoba ta’aruf sana-sini sebagai ikhtiarnya memenuhi sunnah Rasulullah SAW. Ada yang minta dikenalin sama si A, si B. Ada juga yang ribut butuh pasangan katanya tapi konkretisasinya sebatas lidah doank. Ada yang mengisi hari membaca buku seputar nikah, jodoh, dan doa-doa menuju ke sana (masa tuh ya, gw jalan2 di gramed, di rak buku nikah-nikahan, ada buku yang isinya ‘upaya’ meminta jodoh pada Tuhan. Terus 2 diantara doa yang dipamerin di covernya tuh doa rabithah sama doa istikharah. Bisa sih, Cuma doa rabithah itu lhoh, biasa dipake buat ningkatin ukhuwah jadi digeser ke minta jodoh…haduuuuhhh…). Ada yang kerjanya baca novel dan nonton film romantis (kursus gombal kali ya, — padahal kan gombal bakat lahir, wkwkwkwkwk…). Ada yang ‘nyicil sensasi cinta’ lewat pacaran. Macem-macemlah.

 

Tapi si Daff? Dia itu menyengaja dirinya, berangkat dari Nusa Tenggara Barat ke Depok buat belajar Qur’an. Buat takhassus biar bisa jadi hafidzah. See???!!!  Kebayang nggak sih, apa yang bakal lw lakuin kalo umur lw udah nginjek angka segitu? Masihkah lw mampu mengikhlaskan dua tahun lw melupakan cinta dan memulai bab cinta yang baru dengan Yang Maha Pengasih? Mampukah? Tidakkah hati ketar-ketir melihat kalender menanti-nanti pangeran yang tak kunjung Tuhan pinjami kuda menjemput kita?

 

Tidakkah kepala kita sibuk memikirkan segudang aktivitas yang mungkin kita hadirkan untuk menepis rasa kosong itu? Bukankah banyak dari kita yang mengisi harinya dengan les sana sini, magang sana-sini, karena begitu takut menghadapi hari yang lama sekali berlalu. Coba dipikir lagi teman, jangan-jangan kita tidak butuh magang-magang itu, tidak butuh gabung klub ini-itu, tidak butuh pergi sana-sini, dan kelihatan sibuk sepanjang hari. Bukan tidak boleh, tapi jika berpikir itulah jawaban semua rasa tidak ingin sendiri jangan-jangan itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan.

 

Ini urusan  orientasi tentu. Anda mau kemana. Mau dibawa kemana hidup ini.  Definisikan tujuan dengan benar dan klir, itu dulu nampaknya, baru Insya Allah bisa menggeser semua bimbang, galau, dan ketidakfokusan orientasi hidup. Dan nampaknya, nona Daffodil memilih untuk menjalani hari tanpa karir, tanpa kuliah s2, tanpa kerabat. Hidup hanya sebatas ruang demi ruang di asrama. Mengaji 15 juz sehari (ini sungguhan), mengajar tahsin, muraja’ah agar hafalannya terjaga, dan begitu terus-terusan.  Taukah kalian berapa setoran terbanyak sang kakak sebelum ia menjadi hafidzah? Ia Allah bimbing untuk tilawah 15 juz sehari dan setoran hafalan sekitar 4 lembar sehari!!!!

 

Tidak dikenal orang. Tidak terlihat sibuk. Tidak mentereng. Tidak berpakaian indah, mobil keren, aksesoris mahal, dan berkantong tebal. Tidak begitu. Yang penting tau kalau nanti Allah memanggilnya, Insya Allah bisa pulang dengan predikat pewaris hafalan qur’an qira’ah Hafsh ‘an Ashim.

 

Malam selepas makan soto mie di warung ibu kosan, saya dan kakak kembang sepatu jalan kaki ke gramedia depok. Baca ini itu. Baca gratis dan alhamdulillah nemu hadist qudsi,

“Apabila Aku mengingkan untuk menggabungkan kebaikan dunia dan akhirat bagi seorang muslim, maka Aku akan jadikan hatinya khusyuk dan lidahnya berdzikir, tubuhnya sabar dalam menghadapi kesusahan hidup, dan Aku hadiahkan dia dengan seorang istri yang beriman, yang menyenangkan bila ia memandangnya,  dapat menjaga kehormatan dirinya,  dan memelihara harta suaminya bila suaminya sedang tidak  bersamanya.” (HR. Ahmad)

— dikutip dari Mencari Tuhan yang Hilang, Yusuf Mansyur—

 

Just wondering,,, seperti apakah lelaki beruntung yang Allah kehendaki kebahagiaan dunia akhirat baginya dengan mengaruniakan seorang istri seikhlas kakak Daffodil kami…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s