Renungan akhir tahun

Standard

bismillahirrahmanirrahiimm…

 

menjelang tutup tahun pemira kembali sengketa,

8 hari menuju pengumpulan outline riset,

11 hari menjelang lengser dari politik kampus (meski nantinya tetap ada agenda januari : melantik BPM 2011)

 

aku memang lebih banyak diam soal pemira. bukan tak peduli. peduli. tapi jika aku tidak benar-benar terlibat langsung sulit bagiku melihat dengan jelas kebenaran itu sedang bergulir di mana. terlalu banyak pendapat sarat kepentingan. bias.

hari ini 5 hakim mahkamah mahasiswa dicopot lewat DPM. dalilnya panjang. selalu begitu. semua selalu punya dalil. pemohon, termohon, DPM, MM. semua punya dalil yang terdengar kukuh di telinga. aku takut ketidaktahuanku membuat bicaraku melantur.

politik memang medan kontestasi. dan yang dikontestasikan memang kepentingan.

sedihnya beberapa dari kita dituntut untuk terseret ke dalam kontestasi ini tanpa pijakan yang benar. dijarkom untuk melancarkan intimidasi. pencerdasan datang dari berbagai arah, tapi yang kita terbuka terhadapnya adalah pencerdasan yang datang dari sisi ‘kekitaan’. maka itulah yang dijustifikasi sebagai pandangan yang benar. padahal realita yang sampai pada kita itu sudah jelas hasil konstruksi.

tidak semua dari kita menyampaikan realita dengan jujur. apalagi komperhensif. jauh. percaya boleh, tapi ada baiknya tidak menutup telinga dari sumber yang berbeda. dari suara sumbang yang kedengarannya menjelekkan. jangan-jangan memang ada yang jelek dari kita. jangan-jangan ada yang benar di sisi mereka.

manusia itu lemah. pendapat kita terlalu subjektif dalam beberapa hal, menjadi rancu manakala kita membaginya dengan orang lain. beruntung jika orang yang kepadanya kita berbagi pandangan sempat menimbang dengan hati dan pikiran yang objektiif. menyaring lagi kebenaran dari tuangan kita yang bias. mengumpulkan remahan innformasi dengan sabar demi sebuah komperhensivitas pemahaman.

pemira IKM UI selalu menjadi ladang kepentingan. panas dan subur. tapi yang jelas, pemira ikm ui itu bukan medan perang. hanya medan kontestasi. paham kah? ibarat berebut ranking di kelas, tidak harus pukul-pukulan kan? ada mekanismenya. kenapa harus perang-perangan di media. apalagi sampai mencaci maki.

alhamdulillah jika para da’i bergetar semangatnya mendengar kata jihad. tapi semoga jihad yang kita paham tidak selalu identik dengan darah yang tumpah. karena terjemahan kata jihad sejatinya adalah kesungguhan. bukan semata-mata perang. bahkan ketikapun perang terjadi, kafir harbi itu diperangi dengan pedang, tombak, dan alat-alat perang. bukan dengan caci maki. semoga pemahaman kita akan kekinian tidak lantas dengan sembarang mengkategorikan caci maki di media massa sebagai bagian dari alat tempur kita. tempur? apa pula itu. tempur apa dulu.

 

h-8 sebelum pengumpulan outline.

akhirnya ghostwriter ditunda sementara waktu — semoga Allah memberiku kesempatan untuk melakukan penelitian ini lain hari — sekarang aku bergulat dengan radio, hegemoni, ideologi, pop culture, dan counterhegemony. sejauh ini baru menyelesaikan latar belakang. menambal beberapa bagian di bab III. belum menuliskan teori yang digunakan. tapi alhamdulillah telah sempat mengumpulkan referensi dan menilik-nilik, mencurii-curi intip. ingin mengakhirkannya. masterpiece, seperti biasa, harus perfect. insya Allah.

 

11 hari menuju lengser dari BPM FISIP UI 2010

masa jabatan berakhir 31 desember. sayang masih banyak peer yang belum aku kerjakan. sedih rasanya belum menyelesaikan amanah ini dengan baik. sedih rasanya meninggalkan tahun ini, lagi-lagi dengan muka amanah yang bopeng.

 

begitu banyak hal tempatku belajar tahun ini. setelah insure dan pemira tahun lalu, Allah memberiku BPM, sistem pengawasan yang prematur, segala matriks, kuliah-kuliah kritis, K2N UI 2010 (esai, wawancara, lari, renang, PKM,  pembekalan, gedung D psiko, penyuluhan hukum, lontar, balsid BNI, PPMT, kuanino, nemberala, rumah sakit, ba’a, ndana, KRI, bunda margonda, kosan), ramadhan tanpa 23 hari puasa, RSCM, mood stabilizer, gemuk, kembali kurus, labil hingga kembali stabil, lpj yang tak sempurna, presentasi yang kurang ok), pemira fisip, bpm again, formatur, tap demi tap, EAT, nanti terakhir LPJ, outline riset sekaligus outline skripsi insya Allah. Allah semoga masih sempat kusempurnakan sisa waktu ini dengan bersikap amanah.

semoga bisa kutinggalkan tahun ini dengan tenang.

menjemput takdirMu di depan.

semoga bisa kututup rapat kisah-kisah yang lebih indah jadi kenangan. karena pada akhirnya menyudahinya adalah kebijaksanaan yang harus kupilih. agar aku bisa meninggalkanmu, meninggalkan kalian di belakang.

tegar melihat ke depan. kembali dengan kuda-kuda yang kokoh.

tidak pernah tau nasib membawaku kemana. besok akan seperti apa. tapi akhir tahun ini semoga aku tidak akan meninggalkan 2010 dalam sesal. semoga kembang api malam tahun baru nanti menyalakan lebih banyak harapan.

hitung mundur tahun kedua puluh satu aku dikaruniai kehidupan. Allah, semoga tahun depan tidak akan ada yang aku kecewakan. tidak Kau, tidak orang tuaku, tidak orang-orang, tidak bangsa ini, tidak NKRI, tidak Islam, dan tidak diriku sendiri.

setapak lagi mendekati akhir penantian ini. akhir kehidupan yang cuma main-main. sesaat lagi menemui malaikat langit. sebentar lagi, hatiku rindu pulang pada kesejatian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s