Yang Menarik dan Yang Tidak Menarik

Standard

aku tidak bisa menghitung kejadian belakangan ini. beberapa purnama lewat dengan catatan yang terserak-serak. menyisakan rasa yang campur aduk. mimpiku patah, jalanku terganjal. tapi terbuka pintu-pintu baru, yang tidak masuk hitungan awalku. aku mendapatkan lagi energi untuk bermimpi.

tidak menarik. aku kehilangan banyak ketertarikan pada jejaring sosial dunia maya. jarang sekali meng-update status, jarang buka jejaring sosial, entah kenapa, rasa senang dan letupan-letupan kegembiraan itu menguap. aku tidak lagi berminat.

hari-hariku semakin hari semakin normal. kembali dengan riak-riak yang membucah, menghasilkan semangat, menuang cita-cita dalam kerja tangan dan kaki, bukan kerja lisan, apalagi hanya dalam gumaman. hal demi hal berlalu lalang. sebagian dikeranda menuju makam ingatan, sebagian lagi aku terakan pada pointer kehidupan. riak-riak cerdas telah kembali. menyuarakan ragam suara mulai dari yang paling cempreng sampai yang paling elegan. bermacam-macam.

orang-orang berganti, peristiwa berlalu mengantarkanku pada kesimpulan bahwa hidup memang belum selesai, menanti pencapaian. setapak yang tak pernah kulalui tersibak justru ketika aku tak niat berjalan jauh dan memilih beristirahat meninndih ilalang. setapak yang tak pernah kulihat tapi menjanjikan petualangan di tiap langkah menujunya. tidak buruk.

sayang sekali. mengingat perkara skripsi, aku nelangsa dengan skripsi yang tak kunjung beroleh tema, apalagi digarap, ah, jauh, jauh kawan. orang-orang sibuk magang. entah kenapa magang tidak terdengar indah dalam lamunanku akan dunia kampus.

menarik. seperti ilalang yang bergoyang dalam buaian angin jelang petang. student exchange, entah kenapa aku akhirnya memutuskan untuk tidak kapok meninjau dunia yang lebih luas. aku pernah tersandung, terpeleset dan jatuh beberapa anak tangga. tapi tak apa, lukaku sudah sembuh dan aku malah ingin menyambangi sisi dunia lebih jauh. jepang, singapura, amerika. menarik. lagi-lagi entah kenapa, korea tidak mendapat tempat di hatiku.

setelah sempat kehilangan letupan imajinasi, mimpi-mimpi itu kini kembali. menguar dalam sapuan warna yang aneka. cerah, pupus, gelap, terang, gradasi. berbeda-beda. menanti aku memilih di antaranya.

aku sepakat untuk tidak memperkarakan nasib. biar takdir menuntun kita pada apa yang telah ditetapkan. aku hanya ingin memelihara mimpi-mimpi ini. mencoba-coba setapak di balik ilalang tinggi yang basah-basah cokelat selepas hujan. aku akan berjalan, kemana saja, karena pada hakikatnya yang ingin aku temui sekarang bisa kutemui di manapun. senang akhirnya tahu apa yang ingin ditemukan. aku mencari Tuhan.

tidak bohong. sulit bagiku memastikan penyebab. orang selalu bilang “karena Allah”, tapi aku tak selalu begitu. ada banyak ‘karena’ di dunia dan aku tidak mau tak jujur pada diri sendiri. tidak selalu karena Dia. tapi sekarang yang ingin kutemukan adalah Dia. aku sampai pada kesimpulan hatiku : meski bukan karena Dia, aku ingin semua pada akhirnya untuk Dia.

sekarang. aku membuka pikiranku untuk lebih banyak kemungkinan. membuka hatiku untuk menerima takdir dengan lapang. membuka rengkuhanku untuk berusaha lebih tahan banting. karena aku tidak pernah tau kemana Tuhan ingin aku bertandang setelah ini. tapi aku tau, kemanapun aku bertandang aku bisa menemukan Tuhan.

Allah, bumi ini milikMu. maka bimbinglah aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s