Pertama Kalinya Tertabrak Motor, all alone…

Standard

hari ini penuh dengan usaha dan sedikit banyak kebingungan. dimulai dengan pagi-pagi menghamparkan diri, ngenet di depan jurusan kom, disamping jurusan kesos, di sebrang jurusan HI. koneksinya katanya low, tapi cepet tuh. jauh lebih cepat ketimbang MBRC yang katanya excellent itu.

yang jujur pagi ini selain bat ngenet, ke jurusan niatnya mau tanda tangan presensi MPK II. tapi berhubung tugasnya belum selesai jadi belum boleh absen. absennya barengan satu kelompok, atau setidaknya tugasnya sudah dikumpulkan.akhirnya memutuskan untuk menghampar.sadar memang tidak akan lebih dari satu setengah jam di situ. tentu. kan nggak ada colokan baterei di selasaran kantor-kantor jurusan itu. seandainya ada, udah dari dulu jalanan ini disesaki mahasiswa yang sibuk otak-atik laptopnya.

ketemu juga jurnal-jurnal terkait ghostwriter  dan ghostwriting. ternyata keyword ghostwriting lebih tenar nampaknya. sayang UI nggak langganan Routledge. padahal kalo liat refrensi yang banyak digunakan beberapa jurnal, jurnal-jurnal terbitan Routledge banyak berperan di sini.

melist kembali berkas apply beasiswa yang belum saya isi. cukup banyak ternyata. transkrip yang belum di print, lembar rekomendasi PA, esai yang belum dibikin, KTM yang hilang yang alhamdulillahnya masih punya foto kopiannya, dan cv yang belum diprint juga. oiya, amplop yang belum disiapkan dan lembar persetujuan mahalum.

lepas ngenet lupa-lupa ingat sendirinya belum makan nasi dari semalam. semalem laper, tapi ada deadline yang harus disegerakan. percaya ato nggak, saya makan nasi sisaan tadi paginya. dan subhanallah, saya sangat jarang makan nggak abis apalagi sisa, dan hari itu seolah-olah Allah membantu saya menyisakan sebagian untuk menolong rasa lapar saya malam itu.

pagi-paginya juga belum makan. bangun, mandi, buka-buka imel. harus rajin buka imel. karena sedang dalam rangka purposive snowballing mencari informan untuk kasus Ghostwriting tadi.  dan saya pun ribut chat sana-sini.dapet kiriman sms berisi permintaan bantuan ngeprint tugas yang disempilin dari imel. okey, pagi itu pun sebelum ke kampus kita ngeprint dulu.

sedari pagi sibuk juga neleponin mbak PA. sms juga belum dibales-bales. terus-terus dan terus. memohon sedikit waktu untuk bertemu dan meminta beliau merekomendasikan saya untuk menerima beasiswa KSE.akhirnya telepon berdering pukul 11.00. sekitar itulah. beliau bilang hari ini tidak ke kampus, dan akan pergi ke beberapa tempat. jadi beliau meminta saya untuk datang menemuinya di salah tempat yang baru akan diberitahukannya nanti, jam 14.00an. saya pun meneruskan esai yang baru saya mulai sesaat sebelum telepon berdering.

huff,,meletakkan list kelengkapan berkas di hp. harus segera, karena jam 2 harus menyusul mbak PA entah di mana. telepon chornie, minta bantuan temenin mencari PA. nggak mau ambil risiko nyasar di Jakarta.

satu demi satu berkasnya lengkap juga. masih belum tanda tangan untuk presensi MPK II. arina belum datang. ke mahalum minta surat yang kemarin dipesan. disuruh foto kopi. akhirnya ke kober dulu ngeprint esai, cv, dan transkrip plus foto kopi surat mahalum. balik ke mahalum. taro kopian surat dan ke tempat anis. niatnya mau nitipin berkas yang ada dulu aja. khawatir deadline jam 4 itu nggak kekejar. biar surat PA, kalo memang sediperlukan itu, disusulin aja. anis bilang, nggak usah. ditunggu sampe senin aja.

itu udah jam 2an. telepon mbak aya nggak diangkat dan sms pun nggak dibales. setelah dapet kabar dari anis akhirnya sms mbak aya. kira2 beliau lebih suka saya menemuinya sekarang atau kapan. belum dibales. ditemenin makan sama chornie. selesai makan dalam perjalanan menuju musala, telepon berdering lagi. mba aya. katanya temui dia di sekretariat ekstensi sekitar jam setengah 7 malam nanti.

okkeeyyy,,it jauh lebih melegakan bagi saya toh. nggak perlu keliling jakarta. tapi jadi nggak enak juga sama beliau yang mesti mondar-mandir ke kampus. sore itu nyampah di musala. ngobrol mulai dari film sampe tingkah laku orang-orang aneh bareng rifa, kak ayu, kak khusnul, dan andan. sore pun lewat. harus segera pulang ke kosan. karena hari ini  ada janji sama temen-temen di kosan.

sesi kosan berlangsung. saya meminta ijin untuk pergi nanti jam setengah tujuh. tanpa sadar sudah lebih dari 15 menit. okey, sms mba aya, saya segera lari ke sana. lari-lari pun dimulai. margonda seperti biasa, ramai sekali jam-jam segitu. motor berkeliaran, dan nggak sabar, akhirnya melintas juga. tertahan di tengah dan tertabrak hingga mundur tergeser beberapa langkah. mestinya itu tidak perlu terjadi. toh, kecepatan standar itu bisa diperkirakan. masalahnya, dari belakang ada motor yang nyalip dengan kecepatan tinggi. alhamdulillah responnya masih sangat tenang. dan dengan tenang memilih stay di tempat. membiarkan diri ketabrak motor ketimbang  terlanggar motor. alhamdulillahnya nggak kenapa-kenapa, sakit pun nggak. dan saya belajar, tenang lah. karena tenang membuat kita mampu berpikir jernih.

sampai di kampus, mba aya bilang ada di bloc. menuju bloc. mba aya lagi telepon, dan saya duduk di bangku seberangnya. telepon selesai, saya menuju beliau. menyerahkan transkrip, obrol ini-itu, bertanya tentang ghostwriter, sampai saya bilang saya bisa mijit. hehehehe. beneran kok, nggak dalam rangka menyuap apapun. kan beliau sedang tidak mengajar di kelas saya. beliau kelihatan sangat lelah. saya hanya ingin menghargai perjuangan bolak-balik plus nunggu keretanya beliau (hari itu saya baru tau kalo dosen yang satu ini kemana-mana pake kendaraan umum). ini mungkin hari yang berat. akhirnya saya pijitin deh si mba aya ini. sambil ngobrol dan akhirnya cerita kalo saya abis kecium bemper motor. hebatnya si mba ini malah ngerasa bersalah. karena menurutnya itu terjadi gara-gara saya mau nemuin dia. baik banget dah ini dosen.

kami berpisah, tanpa diduga beliau memeluk saya, nampaknya sebuah pijitan bisa menumbuhkan pertemanan indah. mungkin bukan di situ, tapi ketulusannya. saya selalu menikmati sensasi sebuah ketulusan hati.

malamnya menonton Astro Boy. belajar bahwa robot saja bisa apalagi manusia.
sangat menikmati hari ini. hari yang membuat saya makin semangat. hari yang menyadarkan saya manusia itu diciptakan lengkap dengan kemampuan paling optimal untuk bertahan dan melindungi apa yang dia cinta. sungguh-sungguh ingin mengakhiri tulisan ini dengan berdzikir pada Allah. subhanallah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s