Minggu Siang Bersama Anak-Anak Surga

Standard

siapa yang tidak senang mendengar dirinya berharga bagi orang lain?

hari ini menyenangkan. satu lagi hari aku lalui bersama anak-anak surga. anak-anak cisalak itu, dengan wajah polos yang menyungging senyum nakal atau sibuk melirik kanan-kiri melupakan buku yang mestinya mereka tulisi itu.

aku berkenalan dengan anak-anak ini sekitar 4 minggu yang lalu. kami diberi kesempatan untuk belajar bersama anak-anak di sebuah surau kecil di daerah cisalak. awalnya ajakan ini ogah-ogahan aku terima. modal nekat saja. bayangkan, anda harus mengajar tanpa sebuah spesifikasi. ajar saja, belajar apa saja. iya kalau yang diminta bisa semua mata ajar, tapi aku? punya adik? tidak. suka anak-anak? mmm,,,tidak terlalu. pernah mengajar anak-anak? tidak. bahkan senyum pun aku belajar dulu.

modal nekat. kami ke sana. ketika kami bergabung, program belajarnya baru saja dimulai minggu itu ternyata. minggu sebelumnya baru perkenalan. dan hari ini adalah kedua kalinya aku mampir ke sana.

aku lupa jalan setapak ke surau itu. panjang dan berbelok beberapa kali. niat awalnya kami akan hiking dengan modal dua lembar sms penunjuk jalan. belok kiri, lurus terus sampai ketemu tk, dst…tapi akhirnya janjian ketemuan dengan salah satu relawan pengajar di sana. dapat free guidance.

ketika sampai, seorang anak yang belakangan kembali memperkenalkan namanya, Ziah, memanggilku. ‘eh, ada kak anggun! kak anggun kemaren2 dicariin sama opik,’ dan aku bilang ‘heeiii,masih inget namaku ya?’.
‘masih kak,’jawabnya.
‘aduh, aku lupa nama kamu tapi, maaf ya. siapa namanya?’
‘Ziah!’…..

sederhana dan singkat. tapi aku bahagia. mereka mengingat kami. mereka membuatku merasa berharga. hanya Allah yang bisa. Ia membuat aku yang tadinya sama sekali tidak ingin berdekatan dengan anak-anak menjadi pengajar buat mereka. mereka ingat aku. aku juga ingat sekalipun lupa lagi nama-namanya.

hari yang hebat.belajar lagi dua sesi. hari ini bahasa inggris. setidaknya sesuatu yang aku kuasai. dan Alhamdulillah aku makin bisa menguasai situasi. hari ini juga menggambar. hari ini mengatakan pada mereka ada sebuah nilai moral yang harus dijaga. namanya ketepatan waktu. Allah maaf ya, aku berkhutbah soal waktu padahal aku sendiri sering ingkar. Allah semoga Engkau berkenan memperbaiki amal-amalku. amin.

aku menilai pekerjaan mereka. mereka belum belajar nama-nama hari dalam bahasa inggris. hari ini aku menilai gambar mereka. satu buah gambar kuhargai lebih karena tepat waktu mengumpulkan gambarnya. aku bilang sampai jarum panjang di angka 7. mereka ngeyel tidak mau menurut. mau sampai jarum panjang di angka 9. terus merajuk. ketidaksimpatianku pada anak bandel keluar lagi. Alhamdulillah bisa dikendalikan. aku temukan cara. agak licik, tapi sebut saja ini politik.
‘ya terserah mau kumpul jam berapa, aku maunya nilai gambar yang diserahin aku pas jam segitu. kalo lebih dari itu terserah kamu. tapi aku nggak mau nilai.’
hehehee
politik

dan mereka bandel. sampai jarum panjang di angka 8 belum ada yang kumpul. lalu aku bertanya pada seorang anak bernama Sena (yang nyontek gambar kawan sebelahnya), ‘nggak mau dinilai? kalo mau dinilai dikumpul sekarang. kalo nggak aku nggak mau nilai lho!’
‘dan kontan saja politikku semakin lancar.’
aku memberinya ponten 80. karena bagiku ia yang pertama menyahutku. ia yang mematuhiku. reward dan punishment, memang harus seimbang. di tiap kertas yang mereka kumpulkan aku beri komentar. membubuhi tanda smiley seperti yang mbak inaya lakukan pada paperku. aku komentar. aku memberinya 80 sebagai tanda bahwa tepat waktu juga ada nilainya. mungkin lain waktu aku harus memberi mereka 2 poin penilaian. yang tercepat dan yang paling baik pekerjaannya. kontan saja aku turunkan 5 poin setiap susulan kertas yang disodorkan. anggap saja punishment untuk keterlambatan. tapi tenang, aku menjejali mereka dengan doktrin bahwa terlambat itu buruk. dan nilai penting bukan tentang kamu ponten berapa, gambarmu sebagus apa. yang lebih penting adalah kamu terdidik seperti apa. wah,wah ternyata jika dakwah dan politik digabung hasilnya cukup memuaskan, hahahahaha.

hari ini aku akhirnya melihat dengan mata kepalaku. benar bahwa yang duduk bersama kami adalah anak-anak ekonmi pas-pasan. upi itu ayahnya di PHK dari Meiwa. ibunya bilang, rumah asal jadi itu adalah hasil pesangon si ayah. sekarang ayahnya bekerja sebagai tukang ojeg semabri melamar ke sana-kemari. sempat diterima sebagai OB yang ditempatkan di FE UI. sayang, baru sebentar mendadak ada kabar ibunya di kampung sakit. hingga tanpa sempat mengajukan ijin, beliau meninggalkan depok tanpa kabar. dan lagi, dipecat. kembali menjadi tukang ojek.
ketika itu aku berucap,’wah, sayang ya bu. padahal kalo kemarin ijin, mungkin masih bisa kali ya bu.’
‘iya, abisnya itu mendadak. yah, namanya juga belum rejeki kali ya kak?’ (dan ia mengucapnya sembari tersenyum)

siang sebelum konversasi dengan ibunya, Upi mentraktirku es teh. ia jajan, dan membeli dua bon-bon es teh. menyerahkannya satu padaku. sorenya ia membagi jajanannya yang mirip richeest dengan kami. lalu ibunya memanggilnya. lalu ia menyerahkan oreo bolu masing-masing satu pada kak yessi, aku, dan rifa. ooouuugghhh…tergugah. itu tepat ketika kami sedang lapar. Subhanallah. sungguh hanya Allah aygn mampu melembutkan hati orang yang dirundung kemalangan. menghapusnya dengan senyuman. dan melegakan dada mereka-mereka yang sesak karena ujian. sungguh Allah, aku bukan apa-apa di sandingkan dengan ketulusan mereka.

mengingat perbincangan dalam sebuah majelis :

nanti ketika Hari Perhitungan datang,

Allah bertanya pada orang yang tidak mengetahui,’Mengapa kalian tidak mencari tahu?’

dan Allah pun bertanya pada orang yang mengetahui,’Mengapa kalian tidak memberi tahu?’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s