Sebuah Kisah tentang Eksklusivitas

Standard

apa manusia memang condong mencari sesuatu yang lebih
hingga mengeksklusi diri menjadi pilihan yang menggiurkan
sadar atau tidak
hari-hari kita berlalu dengan pola yang demikian

berbincang di sebuah milis
kami beragam dengan satu latar ‘organisasi’ yang satu warna dasar
kami berkenalan dan berbincang
ragam tanggapan

diantara kami ada yang telah saling kenal
adapula yang baru
diantara kami ada yang memiliki kesamaan pengalaman
yang memudahkan cerita mengalir dan jadi obrolan bersama
ada yang tidak, dan menyebut semua itu ‘roaming’

tapi memang eksklusif itu demikian indahkah?
hingga tau ada mereka yang tak paham
tetap saja mereka yang berlatar kenangan sama ini berbincang dengan bahasanya
kadang lucu.
kadang bertengkar sendiri.
mencoba membayangkan kernyit kening orang yang tak paham namun terpaksa menyaksikan

pergulatan eksklusif tadi.
seru juga. buat yang tertarik
agak mengenaskan. buat yang ditarik-tarik.

sekadar berpikir
bukankah kedekatan salah satunya dibangun oleh kesamaan
milis itu dibuat juga karena latar kami yang satu warna dasar
yang diakui akhirnya terpoles beda juga, satu sama lain
dan kesamaan pengalaman yang mampu mengangkat topik basi jadi hangat kembali
dan kesamaan pandangan yang mendorong orang berbicara lebih banyak lantaran merasa diterima

kalau begitu bukankah eksklusivitas memang menyenangkan?
hanya saja, kita memaknainya beragam.
berbeda sudut, beda makna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s