Sesederhana itu

Standard

entah sejak kapan aku mulai tertarik pada kesederhanaan.

tertarik dalam arti tidak sadar tertarik.

dan menjadi biasa-biasa saja.

tidak terbakar ambisi.

hanya kadang, ketika muncul aku seperti sedang teriak eureka!

sesederhana itu pikiranku berkembang.

jauh dari hiruk- pikuk gelembung pikiran besar orang-orang.

dahulu pikiran ini demikian rumit.

meski pemandangan di depan ini padat, aku tetap mencuri lihat.

dan sekarang pikiranku tumbuh demikian sederhana.

mengalir saja, kadang terantuk alirku pada kerikil – kerikil kali.

lalu tenang lagi.

sederhana, aku hanya bicara sejujurnya.

sederhana, aku hanya akan bilang tidak ingin membuka jika aku memang ingin menyimpan.

tak usahlah rumit-rumit lagi.

aku yang dulu menjadikan hidup demikian rumit.

sekarang malah ingin rehat bahkan mungkin tidak melanjutkan kerumitan ini.

jalan ini benar atau salah ya?

ketika aku bertanya begini padamu, itu artinya aku hanya bertanya.

lalu aku mendengarkan.

tapi bisa jadi aku tidak setuju atau setuju sebagian.

aku teruskan. bertanya pada orang-orang, pada hamparan rumput tempatku membuang pandangan.

atau pada lembaran yang menghabiskan waktu para penulis menetesinya dengan tinta.

seperti Deokman.

i asked countless amount of  question.

then i found my own answer.

ya, begitulah. aku menyimpan jawaban kalian untuk membantuku menjawab pertanyaanku dengan jawabanku sendiri.

dengan caraku. dengan jalanku. dengan pilihanku.

ah, aku. kau ini…

kau sangat rumit tapi berpikir sangat sederhana.

apa gara-gara itu kau enggan berpikir rumit?

karena dasarmu memang telah rumit

benarkah begitu?

diriku, kau suka membuang waktu ya?

menulis panjang-panjang, tak kunjung berhasil rumuskan

sebenarnya apa yang ingin kau tanyakan.

mungkin salah. dan mungkin aku belum juga sadar aku salah.

tapi aku hanya berjalan.

kalau salah nanti aku putar arah.

hanya belajar dari masa lalu,

saat dimana pikiranku sekreatif itu.

tapi tangan dan kakiku tidak beranjak dari tempatnya.

aku makin tidak tau di depanku ada apa.

atau mungkin memang tidak detik lanjutan untukku.

ah, apa aku sebodoh itu? sesederhana itu?

yah, bolehlah, apapun definisi tentangku.

ini aku..

*setelah lama tidak menulis. apalagi menukilkan cerita di sini…


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s