Dan Jiwaku Memilih Kedamaian

Standard

Tenang itu menyesapkanku indah
Tenang itu tidak beriak
Tenang itu bergerak tanpa ribut

Ketika aku menyentuh air
Beragam emosi sampai
Ketika aku melihat danau yang hijau
Aku melihat diriku dan bumi di sekitar kami
Bahkan matahari
Sedang memandangi dirinya sendiri
Bercermin
Kalau-kalau ada satu dua hal yang tak kami sadar
Melekat pada diri kami

Cahaya langit sudah tinggi
Tersadar aku akan betapa manisnya bercerita pada angin
Yang telah banyak menyambangi tempat

Andai saja hatiku gelas
Dan ‘kalian’ adalah air
Anggap saja aku sudah luber – kepenuhan
Dan pelan atau tidak pelan
Aku ingin meneteskannya keluar

Tidak mau mengalirkannya ke tempat yang salah
Dan Tuhan pertemukan aku dengan kalian
Teman-teman baru

Nama kalian begitu indah
Aku tidak iri, aku bahagia
Bisa mengenal kalian dan menceritakan banyak kejadian

Wahai angin, danau, rumput, reranting, kerikil,
Bangunan, pohon, tanah, matahari, bulan, bintang, dan cahaya
Banyak sekali aku belajar dari kalian

Kearifan, bijak, sabar, tenang
Kelembutan, tulus, peduli, dan harmonis
Ikhlas, patuh, lurus
Pelajaran-pelajaran kebaikan

Aku lantas memilih untuk bertahan atas banyak hal
Memberanikan diri melangkah satu dua tapak
Memintas celah, menjauhi kerikil
Atau mundur juga selangkah dua itu
Menandaskan egoisme
Membenturkannya pada kenyataan bahwa jiwaku memilih kedamaian
Aku belajar banyak
Banyak sekali dari kalian

Bukan kalian yang mengajar aku. Dia itu Tuhan
Kepada siapa aku bersyukur
Berharganya pertemuanku dengan kalian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s