jeda, biar mundur sejenak

Standard

jika aku mulai marah

kudapati diriku lebih baik mengunci lidah dan mundur

jika aku kesal

aku memilih untuk menjauh

jika aku tidak puas

aku tarik langkahku kebelakang

 

bukan selamanya

aku hanya mau cari jeda

biar bebas udara menerabas paruku

agar jernih pikirku menentukan langkah apa yang kuambil setelah ini

 

aku sedih, aku takut, aku kesal

aku marah, aku hampir menyerah, aku tertatih2

aku tidak lagi butuh orang2 untuk mengangkat

tidak juga untuk mendengar keluhku yang tak menemukan usai

 

aku mengeluh pada diriku

aku bercerita padanya membiarkan isi hatiku tumpah ruah

lalu nanti aku lelah

dan tertidur

dan aku bangun dengan beban yang jadi lebih ringan

sudah

aku mencukupkannya demikian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s