tuuhhh…kaaannn….

Standard

“Tuuh…kann!!! Gw bilang juga apa!!!”
Pernah dengar atau mengucapkan hal senada? Terutam ketika kita merasa benar, lantas tidak didengarkan. Yang lebih diutamakan adalah pendapat lain yang kurang mengakomodasi pendapat kita.
Mari kita tilik sebentar, ada beberapa kemungkinan kalimat diatas terlontar.
1. Anda mengemukakan kemudian tidak digubris
2. Anda mengemukakan, diperhatikan, tapi terkalahkan oleh pendapat lain di forum
3. Anda tidak mengemukakan, hanya bergumam. Tidak mempertahankan dan memberikan rasionalisasi kenapa pendapat anda menjadi penting dan mendekati kebenaran yang sedang dirumuskan. Hanya bergumam. Lalu ketika forum memutuskan, anda hanya diam dan sedikit banyak mengulum ketidakpuasan. Kemudian ketika kebenaran menunjuk anda sebagai pemegangnya, lantas nada ketidakpuasan yang tadinya dikulum saja itu pun menyeruak. “tuuh…kaannn!!!gw bilang juga apa!”

Tidak menyalahkan siapa2. Karena diri kita memang hasil bentukan banyak hal. Termasuk budaya yang membesarkan kita. Tapi kita bisa merubahnya. Lihatlah. Percayalah. Manakala kita berada dalam sebuah tim, yang kita upayakan mestilah yang terbaik untuk tim. Meski harus beradu argumen ketika rapat, jika memang anda yakin yang anda bawa adalah kebenaran, janganlah ragu. Ungkapkan.
Anda tidak akan mengunduh benci. Sepanjang yang anda niatkan adalah kebaikan dan yang pihak adalah kebenaran. Karena ada Tuhan. Yang tak pernah absen menemani perjalanan para pencariNYA. Dia yang menghadirkan cinta, melimpahkan kasih sayang, dan menyebabkan kita mampu berdiri tegak di antara kesombongan dan kealpaan manusia. Kealpaan kita juga.
Perhatikanlah. Yakinlah. Jika anda berada dalam satu tim, dan setelah tim anda memutuskan apa yang mesti tim tersebut usung ke depan, jangan mundur hanya karena anda tidak setuju. Hanya karena anda ragu. Hanya karena anda kalah argumen. Hanya karena terselip sebentuk rasa kecewa dan ketidakpuasan.
Jangalah berlaku pengecut. Karena itu keluar dari persembunyian dan ungkapkan pikiran anda sepanjang hal belum diputuskan. Jika sudah, apapun itu peganglah. Karena dalam musyawarah ada tangan Tuhan. Tim anda tidak memilih sendiri, bersama kebenaran dari Tuhan. Jikapun kalah, jikapun salah. Tetap yakinlah, pasti ada hikmah. Ada pembelajaran yang Dia ingin kita melaluinya. Karena Tuhanlah yang paling tau, mana yang terbaik bagi hambaNYA.

Tuliskan mimpi2mu dengan pensil. Namun berikan penghapusnya padaTuuh kaan….
Allah saja. Biar Allah yang tentukan jalan mana yang akan kau lalui dan mana akan kau tinggalkan. Karena DIAlah yang paling memahami, mana yang terbaik bagi hambaNYA. – tausyiah seorang hamba Allah –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s